whatsapp button

December 08, 2020

Waspada, Kebotakan Dini Bisa Dialami Sejak Muda

BLOG-waspada-kebotakan-dini-bisa-dialami-sejak-muda

Kerontokan rambut yang memicu rambut botak tidak mengenal usia. Meski biasanya terjadi di usia 30-an hingga 40 tahunan, kebotakan dini juga bisa dialami kaum muda.

Hasil riset Tsinghua University di Beijing (Cina) pada Oktober 2018 bisa menjadi acuan. Setelah meneliti 4000 orang mahasiswa, ditemukan bahwa 60% di antaranya sudah mulai merasakan gejala kebotakan dini. Padahal, mereka masih di kisaran usia 20 tahunan.

Fakta ini menunjukkan bahwa ancaman kebotakan dini besar. Tidak perlu menunggu tua, kaum muda pun dapat mengalaminya.


Apa Penyebab Kebotakan Dini?


Pemicu kebotakan dini beragam. Salah satunya faktor hormon yang menghadirkan androgenic alopecia. Ini merupakan kebotakan yang dipicu oleh hormon androgen yang dimiliki oleh pria.

Namun, gangguan medis seperti autoimun dan masalah pada kelenjar tiroid juga bisa menyebabkan kebotakan dini. Begitu pula stres berlebihan yang dialami.

Faktor kekurangan nutrisi juga tidak boleh dilupakan. Riset peneliti dari Baylor College of Medicine Texas (AS), Dr. Emily L. Guo, pada 2017 menjadi bukti. Ia menemukan bahwa kekurangan vitamin D, zinc, hingga protein dapat membuat rambut rontok.

Pemakaian produk shampoo dan hair styling yang berlebihan diyakini memperparah kerontokan rambut. Kandungan untuk bleaching dan dying ditengarai meningkatkan risiko kebotakan dini.


Lakukan Deteksi Dini


Agar tidak mengalami kebotakan dini, Anda harus segera melakukan deteksi secepatnya. Lihat jumlah rambut yang rontok dan kondisi rambut di kepala.

Kerontokan rambut di bawah 100 helai per hari masih terhitung normal. Namun, jika lebih, disarankan untuk segera melakukan perawatan.

Begitu pula halnya jika menemukan indikasi kebotakan dini lain, seperti garis batas rambut yang semakin ke belakang serta rambut yang kian menipis. Anda perlu serius untuk menyikapinya.

Hal ini penting karena banyak orang yang tidak sadar ketika mengalami gejala kebotakan dini. Riset Tsinghua University menemukan bahwa sebelum diberi tahu pihak lain, 25% responden tidak menyadarinya.

Maka, agar tidak terlambat, segera lakukan deteksi. Anda bisa melakukan cek potensi kebotakan dini GRATIS secara mudah dengan mengikuti Kuis Deteksi Kebotakan Dini di sini.

Selamat mencoba!

Artikel Lainnya

Apakah Sering Keramas Memicu Kebotakan?

Mencuci rambut diperlukan untuk menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala. Area tersebut rawan kotor karena terpapar debu dan kotoran setiap hari. Selain itu, kehadiran keringat dan keberadaan minyak alami rambut atau sebum bisa ikut mengotori.

Apakah Ada Efek Samping Finasteride?

Masalah Kebotakan yang menghantui para pria sebenarnya bisa diatasi dengan perawatan yang tepat. Penggunaan finasteride seperti yang terkandung di dalam Sozomen Hair Growth Capsule akan sangat membantu. Pemakainya tidak perlu takut akan ada efek samping meski harus dikonsumsi teratur secara oral.

Dampak Potong Secara Teratur Bagi Pertumbuhan Rambut

Memiliki rambut yang sehat tentu menjadi idaman bagi banyak pihak. Apalagi bagi mereka yang memiliki masalah kerontokan rambut. Jika ingin memilikinya, cobalah untuk melakukan potong rambut secara teratur.