whatsapp button

January 05, 2021

Pahami Penyebab Kebotakan Menurut Ahli Medis

BLOG-pahami-penyebab-kebotakan-menurut-ahli-medis

Kebotakan rawan dialami oleh pria. Penyebabnya memang beragam dan sangat kompleks. Namun, agar tahu yang tepat, sebaiknya pendapat ahli medis yang dijadikan pegangan.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dari Dermatology Residency Program Universitas Sam Ratulangi, dr. Linda Veronica, kebotakan pria terjadi karena perlambatan proses anagen dan percepatan proses telogen rambut.

Perlu diketahui, siklus pertumbuhan rambut terbagi menjadi tiga fase. Pertama ialah fse anagen yang merupakan momen pertumbuhan rambyt. Biasanya terjadi selama dua hingga lima tahun.

Lalu ada fase istirahat yang dikenal sebagai katagen. Masa ini terjadi selama 2-4 minggu. Sedangkan yang terakhir adalah fase kerontokan rambut atau telogen. Ini sering memakan waktu selama 3-4 bulan.

Menurut dr.Linda, kebotakan pada pria atau male pattern hair loss terjadi ketika fase pertumbuhan rambut melambat. Bersamaan dengan itu, fase kerontokan rambut terjadi lebih cepat. Akibatnya kebotakan pun terjadi.


Terjadi seiring Pertumbuhan Usia

Male pattern hair loss paling sering dialami oleh ras kaukasia. Namun, bukan berarti ras Asia aman dari kebotakan. Seiring pertambahan usia, kerontokan rambut tetap rawan terjadi.

Biasanya kerontokan rambut sudah mulai terjadi sejak usia 20 tahunan. Dikatakan oleh dr.Linda bahwa 25% pria pada umur 21 tahun sudah mengalami kebotakan.

Jumlah itu terus meningkat di usia yang lebih tua. Sebagai contoh, dua per tiga laki-laki pada umur 35 tahun telah berambut botak. Lalu 85% pria sudah mengalami kebotakan pada umur 50 tahun.


Aneka Pemicu Kebotakan

Dokter Linda menyebutkan pemicu kebotakan yang terbesar adalah genetis. Artinya seseorang yang mempunyai garis keturunan botak berpotensi besar mengalaminya.

Meski begitu, aneka faktor lain juga dapat memicu kebotakan. Contohnya seperti malnutrisi, gangguan kesehatan, konsumsi obat-obatan, serta proses penuaan.

Selain itu, masalah hormon juga tidak bisa dikesampingkan. Para pria mengalami kelebihan dihistestoron (DHT). Hormon androgen ini mengganggu pertumbuhan rambut sehingga kebotakan bisa terjadi.


Cara Perawatan

Male pattern hair loss masih bisa diatasi. Ditegaskan oleh dr.Linda bahwa perawatan kebotakan pria yang diakui oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat hanya ada dua, yakni minoxidil dan finasteride.

Minoxidil merupakan terapi topikal dengan menyemprotkan ke kulit kepala dalam konsentrasi 2% dan 5%. nanti efeknya akan terlihat selama 4-6 bulan setelah pemakaian teratur.

Sementara itu, finasteride merupakan terapi oral dengan dosis 1 mg per hari. Sama seperti minoxidil, hasilnya akan maksimal setelah pemakaian teratur dalam 4-6 bulan.


Konsultasi Kebotakan Gratis dengan Dr.Linda Veronica

Apabila anda mengalami masalah kerontokan atau kebotakan rambut, kami menawarkan jasa konsultasi dengan para dokter kami, salah satunya dr.Linda Veronica. Beliau merupakan dokter yang memiliki berbagai pengalaman profesional di bidang medis sebagai spesialis kulit dan kelamin selama 16 tahun. Dr.Linda merupakan dermatologis yang juga berfokus pada pengembangan bisnis profesional di Dermatology Residency Program dari Universitas Sam Ratulangi.



Artikel Lainnya

Benarkah Merokok Bisa Memicu Kebotakan?

Kebotakan berpotensi dialami oleh banyak pria. Jika merokok, maka peluang mengalaminya kian bertambah besar. Selain buruk bagi kesehatan, rokok terbukti dapat mendorong kerontokan rambut.

Mengenal Tahapan Kebotakan Berdasar Skala Norwood

Deteksi dini kebotakan diperlukan guna mempercepat perawatan. Maka, untuk mempermudah pendeteksiannya, keberadaan Skala Norwood akan bermanfaat.

Telogen Effluvium, Kerontokan Rambut yang Muncul Mendadak

Kerontokan rambut bisa menjadi awal kebotakan yang dialami. Tidak heran, para pria khawatir begitu menemukan rambut rontok dalam jumlah yang banyak. Padahal, hal itu belum tentu fase awal kebotakan, namun hanyalah telogen effluvium.