whatsapp button

December 27, 2020

Memahami Kaitan Rambut Botak dan Faktor Keturunan

BLOG-memahami-kaitan-rambut-botak-dan-faktor-keturunan

Sumber foto: Unsplash

Kebotakan sering dikaitkan dengan keturunan. Hal itu memang benar. Namun, jika sisi genetis dianggap sebagai satu-satunya pemicu rambut botak, maka tidaklah tepat. Masih banyak faktor lain yang ikut berpengaruh.

Kerontokan rambut yang memicu kebotakan memang dapat terkait dengan faktor genetis. Sejumlah penelitian menemukan bahwa DNA berpengaruh terhadap potensi rambut botak yang dimiliki seseorang.

Pemahaman yang umum adalah kebotakan diwariskan dari garis ibu. Jika di keluarga ibu anda, misalnya kakek dari ibu, mengalami kebotakan, maka terbuka kemungkinan anda akan bernasib sama.

Hal itu dimungkinkan karena DNA manusia tersusun dari 46 kromosom. Dari semuanya, terdapat dua kromosom yang menentukan jenis kelamin, yakni kromosom X dan Y. Seorang wanita akan memiliki dua kromosom X. Sedangkan pria mempunyai satu kromosom X dan satu kromosom Y.

Diketahui bahwa kebotakan diturunkan dari kromosom X. Karena jumlah kromosom X lebih banyak di wanita, maka, tidak heran, potensi kebotakan cenderung diturunkan dari garis ibu.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa DNA dari ayah juga berpengaruh. Jadi, tidak hanya faktor keturunan dari garis ibu yang menentukan kebotakan. "Untuk melihat potensi kerontokan rambut, lihatlah kerabat dari keluarga ayah maupun ibu," ujar dermatolog dari Mayo Clinic di Amerika Serikat, Dwan Davis, di Business Insider.


Pengaruh Faktor Lain

Untuk mencari penyebab kebotakan, faktor lain juga dapat berpengaruh. Keberadaan hormon dihydrotestosterone (DHT) yang terkonsentrasi di kulit kepala juga bisa memicu kebotakan pria.

DHT akan membuat rambut menipis. Bahkan folikel rambut juga berhenti tumbuh. Itulah yang akhirnya menghadirkan kebotakan.

Selain DHT, gangguan medis seperti problem kekebalan tubuh serta masalah pada tiroid bisa memicu kebotakan. Bahkan, stres juga diyakini dapat menjadi pemicu. begitu pula halnya dengan konsumsi obat-obatan tertentu.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kebotakan merupakan hal yang kompleks. Aneka faktor bisa berpengaruh. Maka, jika mengalami kerontokan rambut atau memiliki keluarga dengan sejarah kebotakan, disarankan segera melakukan deteksi.

Ada cara mudah melakukannya, yakni dengan mengikuti Kuis Deteksi Dini Kebotakan online di Sozomen. Silahkan akses ke sini dan jawab sejumlah pertanyaannya. Anda akan bisa mendapatkan hasilnya melalui email.

JIka akhirnya ditemukan indikasi kebotakan, segera lakukan perawatan. Berkonsultasilah dengan dokter di Sozomen untuk mendapatkan tindakan terbaik.


Artikel Lainnya

Waspada, Kebotakan Dini Bisa Dialami Sejak Muda

Kerontokan rambut yang memicu rambut botak tidak mengenal usia. Meski biasanya terjadi di usia 30-an hingga 40 tahunan, kebotakan dini juga bisa dialami kaum muda.

Dampak Potong Secara Teratur Bagi Pertumbuhan Rambut

Memiliki rambut yang sehat tentu menjadi idaman bagi banyak pihak. Apalagi bagi mereka yang memiliki masalah kerontokan rambut. Jika ingin memilikinya, cobalah untuk melakukan potong rambut secara teratur.

Pahami Penyebab Kebotakan Menurut Ahli Medis

Kebotakan rawan dialami oleh pria. Penyebabnya memang beragam dan sangat kompleks. Namun, agar tahu yang tepat, sebaiknya pendapat ahli medis yang dijadikan pegangan.